Minggu, 22 Mei 2011

PRINSIP-PRINSIP DASAR KEPENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dalam era dunia yang semakin maju ini sangatlah dibutuhkan orang-orang yang memiliki wawasan serta keterampilan yang unggul baik dari segi kehidupan dunia maupun akhirat. Dalam membentuk alumni yang tangguh dan terampil diperlukan pendidikan yang benar-benar memiliki program dan kompetensi yang baik pula. Dalam penerapannya sangat di anjurkan untuk memberikan pendidikan agama sebagai pegangan ketika sudah terjun ke dunia kerja.
Seorang pendidik tidak hanya menerapkan kurkulum yang semestinya diajarkan, namun harus memiliki pengetahuan terutama tentang prinsip-prinsip dasar pendidikan. Hal ini diperlukan karena agar mampu memahami keadaan peserta didik. Ketika semua bisa diterapkan dan didapatkan suatu hasil tentang keadaan peserta didik, maka dapat dirancang sebuah kurikulum baru yang masih berdasarkan kurikulum sebelumnya dan lebih disempurnakan. Sehingga akan diperoleh hasil yang memuaskan. Seorang pendidik yang tidak mengetahui dan memahami prinsip-prinsip dasar pendidikan, maka akan banyak terkendala masalah penerimaan materi oleh peserta murid dan pada akhirnya sulitnya tercapai tujuan dari pendidikan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
Prinsip-prinsip apa sajakah yang harus diketahui dalam Dasar-dasar Pendidikan?
Hal-hal yang bagaimanakah yang mampu mendukung dalam suksesnya tujuan pendidikan ?
Apa sajakah hal-hal yang terlibat dalam prinsip-prinsip tersebut ?
Apakah yang dimaksud dengan:
-          Prnsip Relevasi,
-          Prinsip efektifitas,
-          Prinsip Efisiensi,
-          Prinsip Kontinyuitas, dan.
-          Prinsip Fleksibilitas . . .?

C. Tujuan Pembahasan
Dengan adanya pembahasan mengenai “Prinsip-prinsip Dasar Pendidikan” diharapkan mahasiswa mampu memahami dan menerapkan dalam dunia pendidikan baik sebagai peserta didik maupun sebagai pendidik. Hal ini sangatlah penting difahami terutama bagi mahasiswa yang mengambil jurusan akademik pendidikan agar menjadi bekal awal dalam mengaplikasikan didalam dunia kerja yang akan datang.
Sebagai seorang mahasiswa diharapkan lebih kreatif dan inovatif menggali berbagai ilmu pengetahuan, terutama mata kuliah Dasar-dasar Pendidikan supaya memiliki suatu acuan ketika nanti diperjalanan dalam proses mendidik.
Selain itu Mahasiswa tetap istiqomah dalam menerapkan ilmu ini dengan tetap memperhatikan berbagai kemungkinan sehingga dapat mengetahui gambaran tentang berbagai hal yang menyangkut masalah pendidikan. Dengan demikian artinya dapat memacu sebuah pembaruan kurikulum pendidikan yang lebih efisien yang bisa membantu dalam menggapai tujuan dari pendidikan di masa yang akan datang.










                                                         BAB II                                     
PEMBAHASAN

A. Pengertian Prinsip
Prinsip adalah pegangan hidup yang diyakini mampu seseorang mampu membantu dirinya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan atau programkan.
Prinsip akan hancur jika ada unsur-unsur luar yang tidak sehaluan dengan tujuannya ikut dicampur adukkan, selalunya unsur tersebut berwujud emosi. Contohnya, seseorang memiliki prinsip menegakkan keadilan walau apapun yang dihadapi, tapi dalam prosesnya, di 'cemari' dengan rasa iba dan kata maaf sehingga hilanglah keadilan, terhentilah prinsip mencari keadilan.
Contoh lain, seorang pemimpin yang gagal memimpin anggotanya dan melanggar prinsipnya sendiri, ingin memperbaiki anggotanya tetapi jika anggotanya ingin memperbaiki komunitas dan pemimpinnya malah ditolak mentah-mentah. Ingin mengganti pemimpin orang lain tapi tidak mau jika pemimpinnya diganti. Mau mengusir para penggila jabatan, tapi malah menjadi orang yang gila jabatan, hilanglah keadilan, tercemarlah prinsipnya.
Kata maaf dan ikatan emosi lain seharusnya dipisahkan dari proses penegakkan keadilan dan prinsip. Kata maaf dan ikatan emosi lainnya memang bagus, tetapi keadilan dan prinsip tidak boleh terpengaruh, itulah KONSISTENSI.
Dalam melaksanakan pendidikan, ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan agar hsil (output) betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Baik sekolah, murid-murid peserta didik, orang tua siswa, daPrinsip adalah pegangan hidup yang diyakini mampu seseorang mampu membantu dirinya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan atau programkan.
Prinsip akan hancur jika ada unsur-unsur luar yang tidak sehaluan dengan tujuannya ikut dicampur adukkan, selalunya unsur tersebut berwujud emosi. Contohnya, seseorang memiliki prinsip menegakkan keadilan walau apapun yang dihadapi, tapi dalam prosesnya, di 'cemari' dengan rasa iba dan kata maaf sehingga hilanglah keadilan, terhentilah prinsip mencari keadilan.
Contoh lain, seorang pemimpin yang gagal memimpin anggotanya dan melanggar prinsipnya sendiri, ingin memperbaiki anggotanya tetapi jika anggotanya ingin memperbaiki komunitas dan pemimpinnya malah ditolak mentah-mentah. Ingin mengganti pemimpin orang lain tapi tidak mau jika pemimpinnya diganti. Mau mengusir para penggila jabatan, tapi malah menjadi orang yang gila jabatan, hilanglah keadilan, tercemarlah prinsipnya.
Kata maaf dan ikatan emosi lain seharusnya dipisahkan dari proses penegakkan keadilan dan prinsip. Kata maaf dan ikatan emosi lainnya memang bagus, tetapi keadilan dan prinsip tidak boleh terpengaruh, itulah KONSISTENSI.

B. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.
Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.
Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat.

C. Prinsip-prinsip Dasar Pendidikan

Dalam usaha melaksanakan pendidikan, ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikanagar hasil betul-betul sesuai dengan apa yang diharap oleh semua pihak. Baik sekolah, murid-murid peserta didik, orang tua sisiwa, dan masyarakat maupun pemerintah. Untuk mencapai itu ada beberapa prinsip dasar utama yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Prinsip Relevansi
Secara umum istilah relevansi pendidikan dapat diartikan sebagai kesesuaian atau keselarasan pendidikan dengan tuntutan masyarakat. Hasil pendidikan dapat di artikan relevan apabila berguna atau berfungsi bagi kehidupan, baik dilingkungan anak didik, perkembangan kehidupan yang sekarang atau yang akan datang, maupun relevansinya dengan tuntutan dalam dunia pekerjaan yang dibutuhkan oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
1) relevansi dengan Lingkungan Hidup Anak Didik
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seorang guru, ketika menetapkan materi pelajaran hendaknya memperhatiakan sejauh mana kesesuaian materi tersebut terhadap kehidupan nyata yang di alami peserta didik. Untuk sekolah- sekolah yang ada dipedesaan, kurang tepat apabila disediakan bacaan- bacaan yang banyak menggambarkan kehidupan dikota- kota besar, seperti kemacetan lalu lintas, gedung- gedung bertingkat dan toserba.
2) Relevasi Dengan Perkembangan Kehidupan Sekarang dan Yang Akan Datang
Selain mempertimbangkan lingkungan hidup anak didik, perlu diperhatiakan juga perkembangan yang terjadi dalam kehidupan nyata masa sekaraang maupun yang akan datang, sebab alat atau tatacara yang digunakan pada masa lampau belum tentu masih cocok dengan masa sekarang. Untuk mengatasi situasi ini, maka dalam merencanakan program pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan yang sekarang dan yang akan datang.
3) Relevansi dengan Tuntutan dalan Dunia Pekerjaan
Apabila kegiatan sekolah atau lembaga penyelenggaraan  pendidikan  tidak disesuaikan dengan lapangan yang ada sekarang, maka para lulusan akan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Sebagai contoh, bagaimana jika seorang sisiwa SMK tidak mengenal cara mengoprasikan komputer.

2. Prinsip Efektivitas
Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan keberhasilan dari rencana yang sudah dibuat. Semakin banyak rencana tercapai, menandakan semakin efektif kegiatan tersebut. Dalam bidang pendidikan efektifitas terbagi menjadi dua, yaitu:
1) Efektivitas guru mengajar
Efektifitas guru mengajar menyangkut masalah jenis- jenis kegiatan pembelajaran yang dapat dicapai. Untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah nasib para guru dan penambahan pengetahuannya harus benar-benar diperhatiakan.
2) Efektifvitas Murid belajar
Efektivitas murid belajar adalah yang menyangkut tujuan-tujuan pelajaran yang telah direncanakan pihak pendidik. Untuk meningkatkan efetivitas murid belajar dapat dilakukan dengan metode dan alat yang dipandang sesuai pelajaran yang diberikan.

3. Prinsip Efisiensi
Efisiensi adalah keadaan yang menunjukkan perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan usaha yang telah dikeluarkan. Jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari usaha yng dikeluarkan, maka kegiatan tersebut dipandang tidak efisien.
Pada mulanya istilah efisien ini digunakan dalam bidang bisnis dalam melihat laba dan rugi. Tetapi dalam pendidikan prinsip efisiensi adalah perlunya memperhatiakan masalah waktu,tenaga, peralatan, yang pasti akan mempengaruhi efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk proses pembelajaran tersebut.
                                        

4) Prinsip Kontinyuitas
Kontinyuitas adalah kesinabungan yang terus-menerus.  Maksudnya adanya saling hubungan atau jalinan antara berbagai jenis dan jenjang pendidikan, antara lain:
1) Kontinyuitas antara berbagai tingkat pendidikan.
Dalam menjalankan program pendidikan di sekolah herus dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sebagian materi pelajaran yang diperlukan untuk tingkat sekolah yang berikutnya hendaknya sudah diajarkan pada tingkat sekolah sebelumnya, sehingga terjadi kesinambungan yang serasi.
b. Bahan ajar yang sudah diberikan pada tingkat sekolah yang lebih rendah perlu dipertimbangkan lagi apa masih perlu diajarkan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
2) Kontinyuitas antara berbagai bidang studi.
Bahan yang diajarkan antaraberbagai bidang studi sering mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya, sehubungan dengan itu, maka urutan berbagai bidang studi hendaknya diusahakan sedemikian rupa agar hubungantersebut dapat terjalin dengan baik.

5. Prinsip Fleksibilitas
Fleksibilitas artinya luwes atau tidak kaku. Dalam pendidikan arti fleksibilitas adala adanya suatu runag gerak yang menberikan sedikit kebebasan dalam bertindak baik oleh pendidik ataupun anak didik.
Fleksibilitas ini ada dua, yaitu:
1) Fleksibilitas Murid
Fleksibilitas murid adalah cara dalam memilih program, yaitu dalam bentuk pengadaan jurusan atau program yang dapat dipilih oleh murid berdasarkan kemampuan dan minatnya.
2) Fleksibilitas Guru
Fleksibilitas bagi guru, yaitu dengan cara memberikan kebebasan pada guru untuk mengembangkan sendiri program-program pengajaran dengan berpedoman pada tujuan dan bahan pegajaran yang terdapat dalam kurikulum.







BAB III
PENUTUPAN

A. Kesimpulan
Dalam melaksanakan pendidikan, ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan agar hsil (output) betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Baik sekolah, murid-murid peserta didik, orang tua siswa, dan masyarakat maupun pemerintah. Untuk mencapai itu ada beberapa prinsip dasar utama yang harus diperhatikan, antara lain:
-          Prnsip Relevasi,
-          Prinsip efektifitas,
-          Prinsip Efisiensi,
-          Prinsip Kontinyuitas, dan.
-          Prisip Fleksibilitas.

Prinsip-prinsip diatas haruslah diketahui dan diterapkan dengan baik agar semua sisitem dan komponen-komponen dalam pendidikan mampu beroprasi dan bergerak secara teratur sehingga tujuan dan harapan pendidikan itu sendiri dapat tercapai dengan baik.



B. Saran dan Kritik
Dalam berusaha melengkapi makalah ini, tentu ada sesuatu yang kurang dan kami sebagai penulis baik dari pembahasan ataupun dari segi tulisan menyadari akan hal demikian. Maka dari itu kami akan berusaha lebih baik dengan selalu mengedapankan sumber-sumber yang lebih layak sebagai reverensi.
Kami sangatlah mengharapkan masukan baik berupa kritik ataupun saran sehingga dapat menjadi sebuah instropeksi dari karya kami juga sebagai semangat dan landasan baru untuk terus berinovasi dalam berkarya.
“Tiada ada yang sempurna, bila ketidak sempurnaan tak pernah ditemui dan disadari.”
Walaupun demikian, kami sangat berharap karya ini dapat menjadi salah satu acuan dalam pembelajaran terutama sebagai reverensi untuk dalam mata kuliah Dasar-dasar Pendidikan.





























DAFTAR PUSTAKA


Ali, Kemas Mas’ud. Diktat Dasar-dasar Pendidikan. STAIN Bengkulu. Bengkulu. 2008.
Ekosusilo, Madyo dan Kasihadi. Dasar-dasar Pendidikan. Effhar Publishing. Semarang.  1993.
Ihsan, Fuad. Dasar-dasar Kependidikan. Rineka Cipta. Jakarta. 2003.
Hasbullah. Dasar-dasar ilmu Kependidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2001.
http://peperonity.com/go/sites/mview/syahran7/11739096
http://www.kemdiknas.go.id/media--publik/daftar-istilah.aspx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar